Tanda Ilmiah Tuhan dalam Al-Qur’an

Persepsi umum adalah bahwa tidak ada yang dapat membuktikan atau menyangkal keberadaan Tuhan melalui argumen dan bukti rasional. Al-Qur’an menentang pandangan ini karena informasi yang dikandungnya tentang alam semesta tidak dapat dihasilkan oleh imajinasi manusia. Buku itu muncul pada abad ke-7 namun menyinggung konsep-konsep ilmiah yang tidak ada pada saat itu. Faktanya, sebagian besar konsep ini baru terungkap dalam dua abad terakhir, beberapa baru beberapa dekade lalu. Biarkan saya memberi Anda beberapa contoh untuk menunjukkan intinya. Mengacu pada asal usul alam semesta, Alquran membuat salah satu pernyataan ilmiah yang paling kuat. Secara pribadi saya menganggap ayat khusus ini sebagai bukti yang paling meyakinkan tentang asal mula ketuhanan Kitab ini. Inilah yang dikatakan: “Tidakkah orang-orang yang mengingkari keberadaan Tuhan melihat bahwa langit dan Bumi (sekali) tertutup sebagai satu kesatuan ciptaan tanpa ruang, yang kemudian Kami bagi (menciptakan) ruang (dan waktu)? Dan Kami jadikan dari air segala yang hidup, maka apakah mereka tidak beriman?” (21-30)

Al-Qur’an menarik bagi pikiran ateis. Bukankah dua penemuan ilmiah utama dalam dua abad terakhir, yaitu asal-usul kesatuan penciptaan dan asal mula kehidupan yang diumumkan 1 400 tahun yang lalu, memberikan kesaksian yang fasih tentang kebenaran Al-Qur’an dan implikasi keberadaan-Nya? Kata-kata yang dikurung bukanlah interpretasi saya sendiri, tetapi berasal dari ayat-ayat lain yang relevan. Karena seluruh ciptaan terkandung dalam singularitas submikroskopis awal, kepadatan massa yang luar biasa ini pasti telah mengerahkan gaya gravitasi kolosal, menarik segala sesuatu sehingga berbicara ke dalam, maka istilah ‘tertutup’. Bab 77 ayat 25 mengacu pada sifat gravitasi yang menarik dan pasal 15 ayat 16 tentang kekuatan besar singularitas yang berada di pusat lubang hitam. Satu kata kunci dalam bahasa Arab dalam surah 21 ayat 30 menggambarkan suatu entitas yang menjebak segala sesuatu termasuk cahaya. Menggabungkan informasi ini dengan makna lainnya (tidak adanya ruang), sangat masuk akal untuk menafsirkan keadaan awal sebagai lubang hitam. Bab 15 ayat 27 mengacu pada suhu sengit di awal. Kami sampai pada kesimpulan yang menakjubkan; massa tertutup, kegelapan, kepadatan tak terbatas (tanpa ruang) dan suhu yang ganas adalah ciri khas dari singularitas di jantung lubang hitam – keadaan awal alam semesta.

Mungkinkah ada manusia yang memahami informasi yang begitu mencengangkan tentang asal usul alam semesta 1 400 tahun yang lalu? Tidak ada manipulasi kata dan makna. Kata-kata Arabnya tepat dan dapat diperiksa di kamus bahasa Inggris Arab mana pun. Ayat di atas hanyalah salah satu dari ratusan ayat seperti itu dalam Al-Qur’an.

Selain mempelajari dan memahami berbagai bukti ilmiah yang ada pada Al-Quran, Anda juga bisa mempelajari cara membaca Al-Quran tersebut melalui pelajaran ilmu tajwid, salah satunya adalah mengenai contoh bacaan ikhfa syafawi. Dengan mempelajarinya Anda bisa membaca Al-Quran secara benar, sembari memahami isi dan maknanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *